Jenis Algoritma Ada 3 Apa Saja?
Menarik sekali pembahasan kita kali ini. Di era serba digital ini, kamu pasti sering mendengar kata “algoritma”, terutama jika berkecimpung di dunia teknologi atau media sosial. Tapi, tahukah kamu bahwa jenis algoritma ada 3 apa saja yang menjadi fondasi utama dalam dunia pemrograman dan juga kehidupan sehari-hari? Memahami ketiga jenis ini akan membuka wawasanmu tentang bagaimana komputer berpikir dan bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah dengan lebih terstruktur.
Mengenal Algoritma
Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah logis dan sistematis yang disusun untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai tujuan tertentu. Setiap algoritma harus memiliki awal dan akhir yang jelas, serta setiap langkahnya didefinisikan secara presisi agar tidak ambigu.
Dalam dunia pemrograman, algoritma adalah fondasi utama. Seorang pengembang perangkat lunak harus mampu berpikir logis untuk merancang algoritma yang efisien sebelum menuliskan satu baris kode pun. Namun, yang menarik, algoritma juga hadir dalam rutinitas kita tanpa disadari. Saat kamu mengikuti resep masakan, memilih rute perjalanan, atau bahkan menyusun daftar belanja, kamu sedang menjalankan sebuah algoritma versi sederhana.
Lalu, bagaimana para ahli mengelompokkan algoritma ini? Dari sekian banyak klasifikasi, ada tiga jenis struktur algoritma yang dianggap paling dasar dan universal. Para ahli di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia dan BINUS University sepakat bahwa tiga fondasi utama tersebut adalah Sekuensial, Percabangan, dan Perulangan. Mari kita bedah satu per satu.
Jenis Algoritma Ada 3 Apa Saja?
1. Algoritma Sekuensial
Jenis algoritma yang pertama adalah algoritma sekuensial. Sesuai dengan namanya, sequential berarti berurutan. Algoritma ini bekerja dengan menjalankan instruksi-instruksi secara berurutan dari awal hingga akhir, langkah demi langkah, tanpa ada loncatan atau pengulangan.
Bayangkan saat kamu mengikuti resep membuat kopi instan. Langkah-langkahnya pasti berurutan: (1) Siapkan cangkir, (2) Masukkan kopi dan gula ke dalam cangkir, (3) Tuangkan air panas, (4) Aduk hingga rata . Kamu tidak mungkin menuang air panas sebelum menyiapkan cangkir, bukan? Inilah esensi dari algoritma sekuensial. Setiap langkah dikerjakan satu kali dan dalam urutan yang tepat.
Dalam dunia pemrograman, algoritma ini adalah fondasi paling dasar. Contohnya, saat kamu membuat program untuk menghitung luas lingkaran, instruksinya akan berurutan: (1) Masukkan nilai jari-jari, (2) Hitung luas dengan rumus (pi x jari-jari x jari-jari), (3) Tampilkan hasil luas. Program akan menjalankan instruksi pertama, lalu kedua, dan ketiga secara berurutan tanpa interupsi.
Kelebihan algoritma ini adalah kesederhanaannya. Cocok untuk masalah-masalah sederhana yang solusinya sudah tetap dan jelas.
2. Algoritma Percabangan
Selanjutnya, kita punya algoritma percabangan atau disebut juga branching, selection, atau conditional algorithm. Jenis algoritma ini memungkinkan program untuk mengambil keputusan. Eksekusi langkah berikutnya tidak selalu urut, tetapi tergantung pada kondisi tertentu yang terpenuhi.
Pernahkah kamu berada dalam situasi ini? “Jika hari hujan, maka saya akan membawa payung. Jika tidak, saya cukup membawa topi.” Contoh sederhana ini adalah algoritma percabangan dalam kehidupan nyata . Program juga bekerja seperti itu. Algoritma ini memeriksa suatu kondisi (biasanya berupa pernyataan benar atau salah), lalu menjalankan serangkaian instruksi sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut.
Dalam pemrograman, struktur ini sering diwujudkan dengan “if-else” atau “switch-case” . Sebagai contoh, sistem penilaian ujian online:
- Sistem menerima input nilai siswa.
- Jika nilai lebih besar dari atau sama dengan 75, maka sistem akan menampilkan pesan “Selamat, kamu lulus!”.
- Jika tidak (nilai di bawah 75), maka sistem akan menampilkan pesan “Maaf, kamu belum lulus. Semangat belajar!”.
Contoh lainnya adalah saat kamu berbelanja online. Di halaman pembayaran, jika saldo e-wallet-mu cukup, maka tombol “Bayar” akan aktif. Jika tidak, tombol tersebut mungkin tidak bisa diklik atau muncul peringatan untuk memilih metode pembayaran lain .
Algoritma percabangan membuat program menjadi dinamis dan responsif terhadap situasi yang berbeda .
3. Algoritma Perulangan
Jenis algoritma yang ketiga adalah algoritma perulangan atau iteration/looping. Algoritma ini memungkinkan kita untuk menjalankan satu blok instruksi yang sama berulang kali selama kondisi tertentu masih terpenuhi.
Ingat saat kamu di sekolah dulu, guru menyuruhmu menulis kalimat “Saya akan disiplin” sebanyak 100 halaman sebagai hukuman? Atau ketika kamu mengaduk kopi hingga gula larut sempurna? Kegiatan “mengaduk hingga larut” adalah sebuah perulangan. Kamu akan terus mengaduk selama gula belum larut. Setelah larut, perulangan berhenti.
Dalam pemrograman, algoritma ini sangat penting untuk efisiensi. Bayangkan jika kamu seorang guru yang harus mencetak 100 lembar rapor. Alih-alih menulis kode cetak sebanyak 100 kali, kamu cukup menulis satu perintah cetak, lalu memerintahkan komputer untuk mengulangi perintah tersebut sebanyak 100 kali.
Contoh lain adalah saat kamu men-scroll media sosial seperti TikTok atau Instagram. Apa yang terjadi? Program akan terus mengulang instruksi untuk mengambil dan menampilkan konten baru selama kamu masih terus menggulir layar. Ini adalah contoh perulangan yang tak terlihat tapi bekerja di balik layar. Struktur perulangan umumnya menggunakan perintah “for”, “while”, atau “do-while” .
Algoritma ini sangat berguna untuk memproses data dalam jumlah besar, memvalidasi input berulang, atau menjalankan tugas-tugas repetitif lainnya dengan cepat dan tanpa kesalahan karena kelelahan seperti manusia.
Mengapa Ketiga Algoritma Ini Penting?
“Kenapa saya harus tahu bahwa jenis algoritma ada 3 ini?” Jawabannya sederhana: ketiganya adalah fondasi logika. Algoritma sekuensial mengajarkanmu tentang keteraturan, algoritma percabangan mengajarkanmu tentang pengambilan keputusan berdasarkan kondisi, dan algoritma perulangan mengajarkanmu tentang efisiensi.
Di dunia nyata, ketiga jenis algoritma ini tidak berdiri sendiri. Mereka saling berinteraksi dan dikombinasikan untuk membangun program yang kompleks. Sebuah aplikasi navigasi seperti Google Maps menggunakan:
- Sekuensial untuk menjalankan langkah-langkah memulai aplikasi.
- Percabangan untuk menentukan rute alternatif jika ada kemacetan.
- Perulangan untuk terus memperbarui posisi kendaraanmu secara real-time.
Bahkan dalam teknologi canggih seperti machine learning, ketiga struktur dasar ini tetap menjadi fondasi utamanya.
Jenis Algoritma Berdasarkan Strategi
Selain tiga jenis di atas, dunia ilmu komputer juga mengenal klasifikasi algoritma lain berdasarkan strategi atau metodenya. Beberapa di antaranya mungkin pernah kamu dengar dan merupakan pengembangan dari logika sekuensial, percabangan, dan perulangan:
- Algoritma Rekursif:Â Algoritma yang memanggil dirinya sendiri untuk menyelesaikan sub-masalah yang lebih kecil. Contohnya adalah program untuk menghitung faktorial.
- Algoritma Greedy:Â Strategi yang mengambil keputusan terbaik pada setiap langkah kecil dengan harapan akan mendapatkan solusi terbaik secara keseluruhan. Algoritma ini sering dipakai dalam pencarian jalur terpendek.
- Algoritma Divide and Conquer: Memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipecahkan, lalu menggabungkan solusinya .
- Algoritma Searching dan Sorting: Jenis algoritma yang khusus dibuat untuk mencari dan mengurutkan data, seperti Binary Search atau Bubble Sort .
Namun ingatlah, sehebat apapun strategi yang digunakan, semuanya kembali lagi pada tiga struktur fundamental yang sudah kita bahas.
Sekarang, coba deh, lihat aktivitasmu hari ini. Aktivitas mana yang merupakan algoritma sekuensial, percabangan, atau perulangan? jangan ragu untuk membagikan artikel ini ke teman-temanmu yang lain agar mereka juga paham bahwa logika itu dekat dengan keseharian kita. Ingatlah, menguasai logika algoritma berarti memegang kunci untuk membuka pintu solusi dari berbagai masalah, baik di dunia maya maupun dunia nyata.
Baca juga:
- Jenis, Manfaat, dan Cara Kerja Data Loss Prevention (DLP)
- Apa itu PCIe SSD? Kelebihan dan Kekurangannya
- Backtracking: Konsep, Implementasi, dan Contoh Penerapannya
- Apa Itu Latency? Faktor, Cara Memantau, Menguji dan Mengatasi
- Web Scraping: Cara Kerja, Manfaat, dan Contoh
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
1. Apa perbedaan utama antara algoritma sekuensial, percabangan, dan perulangan?
Perbedaan utamanya terletak pada alur eksekusi instruksi. Sekuensial menjalankan instruksi secara berurutan dari atas ke bawah. Percabangan menjalankan instruksi berdasarkan kondisi tertentu (jika-maka). Perulangan menjalankan instruksi yang sama berulang kali selama kondisi tertentu terpenuhi.
2. Dalam bahasa pemrograman, bagaimana cara menulis algoritma percabangan?
Dalam hampir semua bahasa pemrograman, algoritma percabangan ditulis menggunakan struktur if-else (untuk dua kondisi atau lebih) dan switch-case (untuk banyak kondisi tetap). Contohnya dalam bahasa C++ atau Java: if (nilai > 75) { cout << "Lulus"; } else { cout << "Tidak Lulus"; }.
3. Kapan waktu yang tepat menggunakan algoritma perulangan?
Kamu menggunakan algoritma perulangan ketika ingin mengeksekusi suatu blok kode berulang kali tanpa harus menulis kode yang sama berkali-kali. Contohnya: menampilkan daftar nama dari 1 sampai 100, memproses semua data dalam sebuah array, atau menunggu input dari pengguna hingga valid .
4. Apakah algoritma hanya digunakan dalam pemrograman komputer?
Tidak sama sekali. Algoritma adalah konsep universal untuk menyelesaikan masalah. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu menggunakannya saat memasak dengan resep, mencari rute perjalanan, atau bahkan mengatur jadwal harian . Komputer hanyalah salah satu alat yang menjalankan algoritma.
Referensi
- https://bakrie.ac.id/articles/628-ini-dia-pengertian-algoritma-beserta-karakteristiknya.html
- https://www.dicoding.com/blog/tiga-jenis-algoritma-yang-perlu-kamu-ketahui/
- https://binus.ac.id/malang/2024/04/struktur-dasar-algoritma-prinsip-struktur-dan-cara-penyajian/




