Wajib Tau, ini 5 Perbedaan Motherboard AMD vs Intel

Motherboard AMD vs Intel

Motherboard AMD vs Intel

Pernahkah kamu merasa bingung saat akan merakit PC karena dihadapkan pada dua pilihan besar: motherboard AMD vs Intel? Rasanya seperti memilih antara dua jalan yang sama-sama menjanjikan, tapi kamu tidak tahu ujungnya seperti apa. Sebagai fondasi utama komputer, motherboard atau mainboard adalah tempat kamu menancapkan prosesor, RAM, kartu grafis, dan semua komponen penting lainnya. Memilih platform yang salah bisa berakibat fatal—bukan hanya soal performa hari ini, tapi juga seberapa lama PC kamu bisa bertahan di masa depan.

Di tahun 2026, persaingan antara AMD dan Intel semakin sengit. Keduanya terus meluncurkan inovasi terbaru, mulai dari soket generasi baru hingga dukungan memori dan PCIe yang lebih canggih.

Apa Itu Soket dan Chipset?

Ada dua istilah kunci yang harus kamu pahami: soket dan chipset. Keduanya adalah penentu utama kompatibilitas dan fitur motherboard.

Soket adalah fisik dudukan tempat prosesor (CPU) dipasang. Bayangkan seperti colokan listrik; beda bentuk colokannya, beda pula stopkontaknya. Motherboard AMD dan Intel menggunakan soket yang sangat berbeda dan tidak bisa saling dipertukarkan. Saat ini, pertarungan utama berpusat pada dua soket: AM5 milik AMD dan LGA 1700 (serta penerusnya, LGA 1851) milik Intel .

Chipset adalah kumpulan sirkuit terpadu yang mengelola komunikasi antara prosesor, memori, perangkat penyimpanan, dan periferal lainnya. Chipset menentukan fitur-fitur apa saja yang tersedia di motherboard, seperti jumlah port USB, dukungan overclocking, dan jumlah jalur PCIe. Intel menyebutnya sebagai PCH (Platform Controller Hub), sementara AMD menyebutnya sebagai chipset. Setiap pabrikan memiliki tingkatan chipset, misalnya seri B (kelas menengah) dan seri X/Z (kelas atas).

Perbedaan Motherboard AMD vs Intel dan Mana yang Tepat untuk Kamu di 2026?

Menyadur dari laman resmi AMD dan Intel, berikut ini perbedaan motherboard AMD dan Intel.

1. Strategi Jangka Panjang

Jika kamu tipe orang yang suka meng-upgrade PC secara berkala tanpa harus ganti motherboard, maka bagian ini adalah yang terpenting. Perbedaan strategi antara AMD dan Intel dalam hal umur platform sangatlah kontras .

AMD

AMD belajar dari kesuksesan besar soket AM4 yang bertahan selama 5 generasi prosesor. Untuk penerusnya, yaitu soket AM5 (yang mendukung prosesor Ryzen 7000, 8000, dan 9000 series), AMD berkomitmen untuk mendukungnya setidaknya hingga tahun 2027 dan kemungkinan lebih lama . Ini adalah kabar fantastis bagi para perakit PC. Kamu bisa membeli motherboard AM5 hari ini dengan prosesor kelas menengah, dan beberapa tahun ke depan, kamu cukup “colok” prosesor generasi terbaru tanpa perlu merombak total sistem. Investasimu di motherboard akan terasa lebih lama.

Intel

Intel memiliki pendekatan yang berbeda. Raksasa biru ini biasanya memperkenalkan soket baru setiap dua generasi prosesor. Soket LGA 1700 yang legendaris telah mendukung prosesor Intel Core generasi 12, 13, dan 14. Namun, untuk generasi terbaru yaitu Core Ultra 200 series (nama kode Arrow Lake), Intel telah beralih ke soket baru, yaitu LGA 1851 . Artinya, jika kamu membeli motherboard LGA 1700 sekarang, kamu tidak bisa meng-upgrade-nya ke prosesor generasi terbaru Intel di masa depan. Kamu akan terkunci di generasi saat ini. Ini adalah strategi “performa terbaik untuk saat ini” dengan konsekuensi biaya upgrade jangka panjang yang lebih tinggi.

2. Performa dan Fitur

Setelah urusan soket, selanjutnya kamu perlu melihat chipset. Baik AMD maupun Intel punya tingkatan chipset dengan fitur yang berbeda. Memilih chipset yang tepat akan memastikan kamu mendapatkan fitur yang kamu butuhkan tanpa membayar lebih untuk yang tidak perlu .

Intel

Di kubu Intel, chipset Z-series (misal Z790 untuk LGA 1700, atau Z890 untuk LGA 1851) adalah jajaran teratas. Chipset ini mendukung penuh overclocking untuk prosesor berakhiran “K” (misal, Core i9-14900K) dan biasanya memiliki fitur konektivitas paling lengkap, termasuk dukungan Thunderbolt 4 yang sering menjadi nilai jual utama untuk kompatibilitas dengan ekosistem Mac atau perangkat peripheral kecepatan tinggi .

Sementara itu, chipset B-series (seperti B760) adalah pilihan manis untuk sebagian besar pengguna. Harganya lebih terjangkau, sudah mendukung DDR5, dan fiturnya sudah lebih dari cukup untuk gaming dan produktivitas harian. Bedanya, overclocking CPU penuh tidak didukung di chipset B-series (hanya overclocking RAM yang diperbolehkan) .

AMD

AMD juga punya tingkatan serupa. Chipset X670E (Extreme) dan penerusnya X870E adalah barisan teratas untuk platform AM5. Mereka menawarkan jumlah jalur PCIe 5.0 paling banyak, dukungan USB4 di beberapa model premium (seperti ASUS ProArt X670E-Creator), dan VRM terbaik untuk menangani prosesor Ryzen 9 sekalipun .

Namun, kejutan terbesar dari AMD ada di kelas menengah. Chipset B650 dan B650E (serta penerusnya B850) menawarkan nilai yang luar biasa. Kamu sudah bisa mendapatkan dukungan PCIe 5.0 untuk slot grafis dan SSD, kualitas VRM yang tetap mumpuni untuk prosesor high-end, dan harga yang sangat kompetitif. Bahkan, beberapa motherboard B650 dianggap lebih unggul dari pendahulunya di kelas atas. Ini adalah bukti bahwa AMD benar-benar serius memberikan value terbaik .

Tabel Perbandingan Chipset (Umum)

Fitur UnggulanAMD (AM5)Intel (LGA 1700/1851)
Chipset Entry-LevelA620H610
Chipset Mid-Range (Value)B650 / B650E / B850B660 / B760
Chipset High-End (Enthusiast)X670 / X670E / X870 / X870EZ690 / Z790 / Z890
Overclocking CPUDidukung di semua chipset B/XHanya di chipset Z-series (dengan CPU K)
PCIe 5.0Umum di B650/E ke atas, untuk slot x16 dan M.2Tergantung model motherboard (biasanya Z-series)
Konektivitas KhasUSB4 di beberapa model premiumThunderbolt 4 di beberapa model premium

3. Dukungan Memori

Masalah memori juga jadi titik pembeda yang signifikan.

Intel memberikan fleksibilitas tinggi pada platform LGA 1700-nya. Ada banyak varian motherboard yang mendukung DDR4 (lebih murah) dan DDR5 (lebih cepat). Ini sangat membantu bagi kamu yang membangun PC dengan anggaran ketat karena bisa menggunakan RAM DDR4 yang sudah turun harga .

Sebaliknya, AMD dengan platform AM5 mengambil langkah berani dengan hanya mendukung DDR5 sejak awal peluncurannya . Meskipun di awal ini berarti biaya masuk yang lebih mahal, di tahun 2026 harga DDR5 sudah jauh lebih bersahabat. Keputusan ini juga berarti pengguna AM5 tidak perlu khawatir tentang transisi memori dan bisa langsung menikmati performa bandwidth tinggi dari DDR5.

Dari sisi kecepatan, Intel secara tradisional dikenal memiliki memory controller yang unggul untuk overclocking RAM ekstrem. Penggemar yang suka memacu RAM hingga kecepatan 8000 MT/s atau lebih sering kali memilih motherboard Intel Z-series . Namun, performa AMD dengan DDR5 juga sudah sangat kompetitif dan terus meningkat melalui pembaruan BIOS.

4. Jalur PCIe 5.0

PCIe 5.0 adalah standar terbaru untuk koneksi komponen berkecepatan tinggi, seperti kartu grafis dan SSD NVMe. Kecepatannya dua kali lipat dari PCIe 4.0.

Di sinilah AMD unggul dalam hal kuantitas. Motherboard dengan chipset B650E/X670E ke atas umumnya menawarkan 24 jalur PCIe 5.0 dari prosesor. Ini memungkinkan mereka menyediakan satu slot PCIe x16 5.0 untuk grafis dan satu slot M.2 5.0 untuk SSD secara bersamaan, bahkan kadang lebih .

Sementara itu, prosesor Intel generasi 12-14 hanya menyediakan 20 jalur PCIe 5.0 dari CPU (biasanya 16 jalur untuk grafis dan 4 jalur untuk SSD) . Meski cukup untuk kebutuhan sebagian besar pengguna (satu GPU dan satu SSD super cepat), AMD memberikan ruang lebih lega untuk konfigurasi storage atau multi-GPU di masa depan.

5. Harga dan Nilai Ekonomis

Faktor harga selalu menjadi pertimbangan utama. Secara umum, persepsi “AMD lebih murah” masih cukup relevan, terutama di kelas menengah.

Motherboard kelas menengah AMD (B650/B650E) sering kali menawarkan fitur yang setara atau bahkan lebih baik dari kompetitor Intel di harga yang lebih rendah. Kamu bisa mendapatkan motherboard B650 berkualitas dengan harga sekitar $120–$150 . Sebagai perbandingan, motherboard Intel B760 yang sebanding biasanya dibanderol $130–$170 .

Selain itu, pertimbangkan juga biaya di masa depan. Dengan platform AMD, biaya upgrade di masa depan hanyalah prosesor baru. Dengan Intel, biaya upgrade di masa depan bisa mencakup prosesor dan motherboard baru karena pergantian soket. Jadi, meskipun biaya awal platform Intel mungkin terlihat mirip, total biaya kepemilikan (total cost of ownership) dalam 3-5 tahun bisa lebih tinggi.

Siapa Pemenangnya? Memilih Berdasarkan Kebutuhan

Lalu, kesimpulannya bagaimana? Tidak ada jawaban mutlak, karena pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan pribadimu. Mari kita bedah skenario yang paling umum.

Pilih Motherboard AMD (Platform AM5) jika:

  • Kamu ingin fleksibilitas upgrade jangka panjang. Ini merupakan alasan terkuat memilih AMD. Kamu bisa mulai dengan prosesor yang terjangkau sekarang, dan 3-4 tahun lagi upgrade ke prosesor terbaru tanpa ganti motherboard .
  • Kamu adalah content creator atau pekerja profesional. Kebutuhanmu akan banyak core prosesor dan storage cepat (PCIe 5.0 untuk SSD) bisa dipenuhi dengan baik oleh platform AMD, seringkali dengan harga yang lebih baik .
  • Kamu mencari value terbaik di kelas menengah. Motherboard seri B650/E menawarkan fitur dan performa yang sulit ditandingi oleh kompetitor di rentang harga yang sama .
  • Anggaranmu terbatas tetapi ingin platform terbaru. Meski harus membeli DDR5, opsi entry-level AM5 seperti motherboard A620 bisa menjadi tiket masuk ke ekosistem modern.

Pilih Motherboard Intel (Platform LGA 1700 atau LGA 1851) jika:

  • Kamu adalah gamer hardcore yang mengejar refresh rate tertinggi. Untuk gaming murni, terutama di resolusi 1080p, prosesor Intel seperti Core i5-14600K atau i7-14700K sering kali unggul tipis. Dikombinasikan dengan motherboard Z-series dan RAM cepat, kamu bisa mendapat performa gaming puncak.
  • Kamu adalah overclocker RAM ekstrem. Jika hobi kamu adalah memacu RAM hingga batas kecepatan tertinggi, motherboard Intel Z-series adalah arena yang lebih ramah untuk itu .
  • Kamu sangat membutuhkan konektivitas Thunderbolt 4. Jika workflownya bergantung pada perangkat Thunderbolt (seperti audio interface atau penyimpanan eksternal berkecepatan tinggi), banyak motherboard Intel yang menawarkan dukungan native yang lebih matang .
  • Kamu adalah tipe pengguna yang “beli sekarang, pakai sampai rusak” tanpa rencana upgrade. Jika kamu tidak peduli dengan upgrade CPU di masa depan dan hanya ingin performa terbaik untuk hari ini, Intel adalah pilihan yang sangat kuat.

Pada akhirnya, riset adalah kunci. Tentukan prosesor impianmu, bandingkan spesifikasi motherboard yang kompatibel, dan sesuaikan dengan anggaranmu. Jangan lupa untuk selalu membaca ulasan pengguna dan melihat perbandingan langsung sebelum memutuskan.

Sekarang, giliran kamu! Platform mana yang akan kamu pilih untuk PC impianmu? Atau mungkin kamu sudah punya pengalaman menarik dengan salah satunya? Jangan lupa bagikan artikel Perbedaan Motherboard AMD vs Intel ke teman-temanmu yang sedang galau memilih motherboard!

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah saya bisa memasang prosesor Intel di motherboard AMD?

Tidak, sama sekali tidak bisa. Motherboard AMD dan Intel memiliki soket fisik yang berbeda. Motherboard dengan soket AM5 hanya untuk prosesor AMD Ryzen, sementara motherboard dengan soket LGA 1700 atau LGA 1851 hanya untuk prosesor Intel Core. Bentuk, jumlah pin, dan tata letaknya tidak kompatibel .

2. Apakah motherboard Intel mendukung overclocking?

Ya, tapi dengan syarat. Untuk melakukan overclocking prosesor Intel, kamu memerlukan dua hal: prosesor dengan akhiran “K” (misal, Core i5-13600K) dan motherboard dengan chipset Z-series (misal, Z690 atau Z790) . Jika kamu menggunakan chipset B-series, kamu hanya bisa melakukan overclocking pada memori (RAM), bukan pada prosesor.

3. Mana yang lebih awet, motherboard AMD atau Intel?

Dalam konteks ini, “awet” lebih kepada dukungan platform. Motherboard AMD dengan soket AM5 menawarkan “umur” platform yang lebih panjang karena AMD berkomitmen mendukung soket ini untuk beberapa generasi CPU ke depan. Motherboard Intel, meskipun kualitas fisiknya sama-sama bagus, umumnya hanya mendukung dua generasi CPU, sehingga “masa pakai” untuk upgrade prosesornya lebih pendek .

4. Apakah saya harus membeli motherboard mahal untuk prosesor kelas atas?

Sangat disarankan. Prosesor kelas atas seperti AMD Ryzen 9 atau Intel Core i9 memiliki kebutuhan daya yang sangat tinggi. Jika kamu memasangnya di motherboard murah dengan kualitas VRM (Voltage Regulator Module) yang buruk, prosesor bisa mengalami throttling (penurunan performa karena panas) atau sistem menjadi tidak stabil. Untuk prosesor high-end, pilihlah motherboard kelas menengah ke atas dengan desain VRM yang kokoh .

5. Fitur apa yang paling penting diperhatikan saat memilih motherboard?

Fitur yang paling penting tergantung kebutuhanmu, tapi urutan prioritas umumnya adalah:

  1. Kompatibilitas: Pastikan soket dan chipset cocok dengan prosesormu.
  2. VRM: Pastikan kualitas daya cukup untuk prosesormu, terutama jika pakai CPU high-end.
  3. Fitur Ekspansi: Cek jumlah slot M.2 untuk SSD, port USB (terutama USB-C), dan kebutuhan LAN/Wi-Fi.
  4. Form Factor: Pastikan ukuran motherboard (ATX, Micro-ATX, Mini-ITX) muat di casing PC-mu
Scroll to Top