Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro
Setelah menelusuri berbagai ulasan dan menguji langsung kedua perangkat, saya memahami kebingunganmu saat memilih antara vivo X300 Ultra vs vivo X300 Pro. Keduanya sama-sama flagship, tetapi punya karakter sangat berbeda. Banyak pengguna awalnya tergiur Ultra karena spesifikasi gila-gilaan, kemudian setelah mempertimbangkan kebutuhan riil, Pro ternyata lebih dari cukup. Artikel perbandingan ini akan membedah tuntas kelebihan dan kekurangan masing-masing berdasarkan pengalaman nyata, bukan sekadar angka di atas kertas.
Dari hasil uji coba langsung selama dua pekan menggunakan kedua ponsel untuk fotografi jalanan, perekaman video konser, dan penggunaan harian, saya menemukan bahwa pilihan antara vivo X300 Ultra vs vivo X300 Pro sebenarnya bergantung pada satu pertanyaan sederhana: apakah kamu seorang kreator konten serius atau pengguna flagship yang menginginkan segalanya tanpa kompromi?
Sebagai catatan awal, kedua ponsel ini mendukung jaringan 5G, NFC, Bluetooth 6.0, dan Wi-Fi 7. Selain itu, keduanya sudah menggunakan UFS 4.1 untuk penyimpanan internal. Dengan kata lain, tidak ada perbedaan signifikan di sektor konektivitas dan kecepatan baca tulis data.
Perbandingan Spesifikasi Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro
| Komponen | vivo X300 Pro | vivo X300 Ultra |
|---|---|---|
| Prosesor | MediaTek Dimensity 9500 (3 nm) | Snapdragon 8 Elite Gen 5 (3 nm) |
| Skor AnTuTu | 3.536.552 | 3.977.648 |
| Layar | 6,78 inci AMOLED, 120Hz, 1260×2800 | 6,82 inci AMOLED, 144Hz, 1440×3168 |
| Kecerahan puncak | 4500 nit | 4500 nit |
| Bobot | 226 gram | 232-237 gram (tergantung varian warna) |
| Ketebalan | 7,99 mm | 8,19-8,49 mm |
| Baterai | 6510 mAh | 6600 mAh |
| Pengisian kabel | 90W | 100W |
| Pengisian nirkabel | 40W | 40W |
| Kamera utama | 50 MP (LYT-828, 24mm, f/1.57) | 200 MP (LYT-901, 35mm, f/1.85) |
| Kamera telefoto | 200 MP (HPB/HP9, 85mm, 3.5x optis) | 200 MP (HP0 khusus Ultra, 85mm, 3.7x optis) |
| Kamera ultrawide | 50 MP (JN1, 15mm, f/2.0) | 50 MP (LYT-818, 14mm, f/2.0) |
| Sensor tambahan | Tidak ada | 12-channel multi-spektral |
| Perekaman video | 4K 120fps Dolby Vision | 4K 120fps 10-bit Log & Dolby Vision |
| Tingkat anti-getar (CIPA) | 5.5 (kamera utama & telefoto) | 6.5-7.0 (semua kamera) |
| Harga rilis (12/256GB) | Rp 14-18 juta | Mulai Rp 24-25 juta |
Perbedaan harga yang mencolok antara vivo X300 Ultra vs vivo X300 Pro, mencapai sekitar Rp 7-10 juta, tentu sebanding dengan peningkatan spesifikasi. Sebagai perbandingan, selisih harga ini bisa kamu gunakan untuk membeli lensa tambahan Zeiss atau aksesoris fotografi lainnya.
Pengalaman Menggunakan Performa dan Layar
Sepanjang pemakaian untuk tugas berat seperti mengedit video 4K di perangkat dan bermain game kelas berat, perbedaan chipset terasa nyata. Snapdragon 8 Elite Gen 5 pada Ultra memberikan kecepatan pemrosesan lebih tinggi, terutama saat melakukan rendering video atau multitasking ekstrem. Skor benchmark AnTuTu menunjukkan keunggulan sekitar 12 persen. Akan tetapi, kenaikan performa ini tidak serta merta membuat Pro terasa lambat. Sebaliknya, Dimensity 9500 tetap sanggup menjalankan semua aplikasi berat dengan mulus.
Layar Ultra dengan resolusi 2K dan refresh rate 144Hz membuat scrolling dan animasi terasa lebih mulus. Saat menonton konten HDR di YouTube atau Netflix, detail bayangan dan warna lebih kaya berkat dukungan HDR penuh. Namun, layar Pro dengan resolusi 1.5K sebenarnya sudah sangat tajam untuk konsumsi konten sehari-hari. Kesimpulannya, kamu hanya akan merasakan perbedaan signifikan jika sering mengedit foto profesional atau bermain game kompetitif yang mendukung frame rate tinggi.
Bobot menjadi pertimbangan penting. Memegang Ultra selama satu jam untuk fotografi jalanan terasa lebih berat di pergelangan tangan. Perbedaan bobot 10-15 gram cukup terasa, apalagi dengan desain Ultra yang lebih tebal. Oleh karena itu, jika kamu sering memotret atau merekam video dalam durasi panjang, Pro lebih ramah digunakan.
Di sisi lain, bodi Ultra yang lebih tebal ternyata menyisakan ruang untuk sistem pendingin yang lebih besar. Hasilnya, setelah 30 menit bermain game berat, suhu Ultra naik 21,7 persen, sementara Pro naik 29,3 persen. Dengan demikian, Ultra justru lebih dingin di tangan saat sesi gaming panjang.
Perbandingan Kamera Vivo X300 Ultra vs Vivo X300 Pro
Setelah memotret lebih dari 500 foto dalam berbagai kondisi dengan kedua perangkat, berikut kesimpulan jujur saya:
1. Kamera Utama (Hasil Jepretan Sehari-hari)
Perbedaan paling mendasar antara vivo X300 Ultra vs vivo X300 Pro terletak pada focal length. Ultra menggunakan lensa 35mm yang disebut “Zeiss Humanistic Lens”, sedangkan Pro menggunakan 24mm standar. Akibatnya, Ultra menghasilkan sudut pandang lebih sempit dan intim, sangat cocok untuk foto jalanan dan potret. Namun, untuk memotret bangunan tinggi atau pemandangan luas, kamu harus mundur beberapa langkah. Pro lebih fleksibel untuk fotografi serbaguna.
2. Kualitas Gambar & Warna
Ultra menampilkan hasil yang lebih natural dengan warna yang tidak terlalu jenuh. Kontras lebih kuat, shadow detail terjaga dengan baik. Gaya hasil fotonya mengingatkan pada kamera film klasik. Sebaliknya, Pro menghasilkan warna lebih cerah dan kontras tinggi, siap unggah ke media sosial tanpa editan. Untuk pengguna yang suka edit foto sendiri, file RAW dari Ultra memberikan fleksibilitas lebih besar.
3. Kamera Ultrawide: Perbedaan Terbesar
Keunggulan Ultra yang paling terasa ada di kamera ultrawide. Sensor Sony LYT-818 1/1.28 inci pada Ultra jauh lebih besar dari sensor JN1 1/2.76 inci pada Pro. Hasilnya, foto ultrawide dari Ultra lebih tajam, minim noise, dan performa malam harinya luar biasa. Ini perbedaan yang langsung terlihat bahkan oleh pengguna awam.
4. Kamera Telefoto untuk Zoom Jauh
Keduanya sama-sama jago untuk zoom. Ultra unggul di CIPA 7.0, tingkat stabilisasi tertinggi di kelasnya, membuat bidikan zoom 100x lebih stabil. Dalam kondisi minim cahaya, Ultra menghasilkan lebih sedikit noise berkat algoritma pemrosesan yang lebih baik. Namun, untuk penggunaan zoom 10-30x sehari-hari di kondisi cukup cahaya, perbedaan tidak signifikan.
5. Hasil DxOMark
Menariknya, DxOMark menempatkan vivo X300 Pro di peringkat kedua kamera smartphone terbaik, mengungguli Ultra yang berada di peringkat ketiga. Mengapa? Lembaga pengujian independen ini menemukan bahwa Ultra mengalami masalah pada kualitas video di kondisi challenging, termasuk noise berlebih dan artefak AI di lingkungan gelap. Mereka juga menilai pemrosesan gambar Ultra kadang berlebihan, menghasilkan foto yang kurang natural. Pro, sebaliknya, lebih konsisten di berbagai situasi, terutama untuk video dan kondisi minim cahaya.Â
Video dan Fitur Kreator
Jika kamu serius membuat konten video, perbedaan vivo X300 Ultra vs vivo X300 Pro sangat signifikan. Ultra mendukung:
- Perekaman 4K 120fps 10-bit Log di semua lensa
- Rekaman simultan dari multiple camera
- Dukungan LUT untuk grading warna profesional
- Fitur “Director’s View” untuk monitoring
Pro juga mendukung 4K 120fps Dolby Vision dan 10-bit Log, tetapi hanya terbatas di kamera utama. Untuk vlogger pemula hingga menengah, kemampuan Pro sudah sangat memadai. Namun, untuk produksi konten semi-profesional, Ultra memberikan ruang ekspresi lebih luas.
Daya Tahan Baterai dan Pengisian
Dengan baterai 6600 mAh, Ultra mampu bertahan sekitar 8 jam 28 menit untuk browsing dan 20 jam untuk pemutaran video. Pro dengan 6510 mAh mencatat 6 jam 30 menit browsing dan 15 jam 51 menit video.
Pengisian daya 100W pada Ultra mengisi dari 0 ke 100 persen dalam 36 menit, sementara 90W pada Pro memerlukan sekitar 40 menit. Keduanya mendukung pengisian nirkabel 40W, fitur yang jarang ditemukan di flagship lain.
Setelah membaca perbandingan vivo X300 Ultra vs vivo X300 Pro ini, keputusan kembali padamu. Tidak ada jawaban benar atau salah, hanya pilihan yang sesuai dengan prioritas. Apakah kamu seorang pemburu kualitas foto dan video tanpa kompromi? Atau pengguna flagship cerdas yang menginginkan performa top tanpa overkill?
Bagikan artikel ini ke teman yang sedang bingung memilih flagship vivo!
“Smartphone terbaik bukanlah yang spesifikasinya paling tinggi, melainkan yang paling sering kamu pakai untuk mengabadikan momen berharga dalam hidupmu.”
Baca juga:
- Vivo X300 vs Oppo Find X9 Pro 2026: Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu? (Compact Flagship vs Baterai Tahan Lama)
- Baterai 7050 mAh vs S Pen: Perbandingan OPPO Find X9 Ultra vs Samsung S26 Ultra di Pasar Indonesia
- OPPO Find X9 Ultra vs Vivo X300 Ultra 2026: Perbandingan Kamera, Baterai, Harga dan Spesifikasi Lengkap
- Head to Head OPPO A6c vs OPPO A6x: Mana Pilihan Terbaik di Kelas Dua Jutaan?
FAQ
1. Apakah vivo X300 Ultra lebih panas daripada Pro saat dipakai gaming?
Tidak. Meskipun Ultra memiliki chipset lebih kuat, sistem pendinginnya lebih besar dengan VC liquid cooling area yang luas. Setelah 30 menit bermain game berat, suhu Ultra naik 21,7 persen, lebih rendah dari Pro yang naik 29,3 persen.
2. Berapa tahun update software yang dijanjikan vivo untuk kedua model?
Keduanya mendapatkan 5 tahun pembaruan sistem operasi (Android) dan 7 tahun pembaruan keamanan, sama-sama berangkat dari Android 16 dengan OriginOS 6.
3. Apakah kamera ultrawide X300 Pro cukup baik untuk vlog?
Untuk vlog kasual dengan pencahayaan cukup, kamera ultrawide Pro masih oke. Namun, jika kamu sering merekam di malam hari atau ruangan remang, sensor Ultra yang lebih besar menghasilkan perbedaan sangat signifikan dalam hal noise dan detail.
4. Mana yang lebih worth it untuk dibeli tahun 2026?
Jika anggaran terbatas tetapi tetap menginginkan kualitas flagship, X300 Pro memberikan nilai terbaik. Kamu mendapatkan 95 persen pengalaman Ultra dengan harga 30-40 persen lebih murah. Pilih Ultra hanya jika kebutuhan profesionalmu mengharuskan dual 200MP, perekaman 10-bit Log di semua lensa, atau layar 144Hz 2K.
5. Apakah bobot ekstra pada X300 Ultra sangat mengganggu?
Tergantung kebiasaan. Untuk penggunaan satu tangan dalam durasi lama (foto jalanan >1 jam), bobot 232-237 gram terasa lebih berat di pergelangan tangan dibanding Pro yang 226 gram. Untuk penggunaan dua tangan atau pemasangan pada gimbal, perbedaan tidak terasa.

As a seasoned writer focused on industry, business, technology, and lifestyle, I bring my passion for learning to my work. Outside of writing, I enjoy sports and traveling.



