Apa Sih 7 Perbedaan Algoritma dan Pemrograman? Ini Jawabannya

Perbedaan Algoritma dan Pemrograman

Perbedaan Algoritma dan Pemrograman

Membangun aplikasi, perangkat lunak, atau sistem canggih tidak bisa dilakukan secara instan. Di balik layar, ada proses panjang yang melibatkan logika, instruksi, dan penerjemahan bahasa. Saat kamu mulai belajar dunia coding, kamu pasti akan langsung berkenalan dengan dua istilah ini. Mungkin selama ini kamu menganggapnya sama, padahal perbedaan algoritma dan pemrograman sangatlah mendasar dan krusial untuk dipahami. Memahami keduanya adalah langkah awal yang membedakan antara sekadar penulis kode dengan seorang pemecah masalah yang handal.

Memahami Algoritma

Secara sederhana, algoritma adalah urutan langkah-langkah logis dan sistematis yang disusun untuk menyelesaikan suatu masalah. Kata kuncinya di sini adalah “logis” dan “sistematis”. Algoritma tidak peduli dengan bahasa atau teknologi apa yang akan digunakan; murni tentang logika penyelesaian masalah. Sebuah algoritma yang baik harus memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu jelas, memiliki input dan output, sederhana, dan yang terpenting, memiliki batasan (harus berhenti setelah masalah selesai).

Ciri khas lain dari algoritma adalah sifatnya yang konseptual dan independen. Kamu bisa menuliskan algoritma dalam berbagai bentuk. Dua notasi yang paling umum digunakan adalah pseudocode dan flowchart.

  • Pseudocode adalah cara menulis algoritma menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa manusia sehari-hari atau bahasa pemrograman, tetapi tanpa terikat aturan sintaksis yang ketat. Ini seperti menulis “Tambahkan 1 ke nilai X” daripada menulis “x = x + 1;“. Pseudocode membantu fokus pada logika, bukan pada sintaksis.
  • Flowchart adalah representasi grafis dari algoritma menggunakan simbol-simbol standar seperti persegi panjang untuk proses, belah ketupat untuk keputusan, dan panah untuk alur. Flowchart sangat membantu untuk memvisualisasikan alur logika yang rumit.

Contoh algoritma dalam kehidupan sehari-hari sangatlah dekat. Saat kamu ingin membuat secangkir kopi, algoritmanya bisa berupa: (1) Siapkan cangkir, kopi, gula, dan air panas. (2) Masukkan kopi dan gula ke dalam cangkir. (3) Tuangkan air panas. (4) Aduk hingga rata. (5) Kopi siap diminum. Urutan langkah ini adalah algoritma. Jika urutannya kacau (misalnya, menuang air sebelum menyiapkan cangkir), hasilnya tidak akan optimal.

Memahami Pemrograman dan Program

Jika algoritma adalah logika, maka pemrograman adalah proses penerjemahan logika tersebut ke dalam instruksi-instruksi yang dapat dimengerti dan dieksekusi oleh komputer. Proses ini melibatkan penulisan kode sumber menggunakan bahasa pemrograman tertentu.

Hasil akhir dari proses pemrograman adalah program. Program adalah serangkaian instruksi konkret yang ditulis dalam bahasa pemrograman (seperti Python, Java, C++, atau JavaScript) yang memberitahu komputer apa yang harus dilakukan. Program inilah yang kamu jalankan, baik itu aplikasi di ponsel, situs web, atau sistem operasi di laptopmu.

Proses pemrograman tidak hanya sekadar mengetik kode, tapi aktivitas kompleks yang melibatkan analisis masalah, perancangan solusi (di sinilah algoritma berperan), implementasi dalam kode, pengujian (testing), serta perbaikan kesalahan (debugging) . Seorang programmer, atau yang juga dikenal sebagai pengembang perangkat lunak (software engineer), bertugas untuk melakukan semua tahapan ini .

Saat ini, terdapat puluhan bahkan ratusan bahasa pemrograman yang tersedia. Beberapa yang paling populer di tahun 2025 diprediksi masih akan didominasi oleh Python untuk kecerdasan buatan dan data science, JavaScript untuk pengembangan web, serta Java dan Kotlin untuk pengembangan aplikasi Android. Setiap bahasa memiliki sintaksis dan paradigma masing-masing, tetapi semuanya dapat digunakan untuk mengimplementasikan algoritma yang sama.

Perbedaan Algoritma dan Pemrograman

Untuk menjawan perbedaan algoritma dan pemrograman, mari kita lihat tabel perbandingan berikut:

AspekAlgoritmaProgram (dan Pemrograman)
DefinisiUrutan langkah logis untuk memecahkan masalah.Implementasi algoritma dalam bahasa yang bisa dieksekusi komputer.
SifatAbstrak dan konseptual. Ia adalah ide dan rencana.Konkret dan nyata. Ia adalah wujud fisik dari ide (dalam bentuk kode).
BahasaMenggunakan bahasa manusia, pseudocode, atau diagram (flowchart). Tidak terikat aturan sintaksis ketat.Menggunakan bahasa pemrograman spesifik (Python, Java, dll.) yang memiliki aturan sintaksis baku.
EksekusiDijalankan oleh manusia secara manual untuk memverifikasi logika.Dieksekusi oleh komputer secara otomatis.
TujuanMenjelaskan bagaimana suatu masalah dipecahkan secara logis.Memberi perintah detail kepada komputer untuk menjalankan solusi tersebut.
FleksibilitasIndependen. Algoritma sorting yang sama (misal: Quick Sort) bisa ditulis ulang di bahasa pemrograman apa pun.Dependen. Program yang ditulis di Python tidak bisa langsung dijalankan di Java tanpa ditulis ulang.
Tingkat DetailBerfokus pada strategi level tinggi.Berisi instruksi terperinci hingga level yang sangat spesifik untuk komputer.

Hubungan Algoritma, Struktur Data, dan Logika Pemrograman

Bila algoritma adalah resepnya, maka struktur data adalah cara kamu menata bahan-bahan di dapur . Struktur data adalah cara mengatur, menyimpan, dan mengelola data di dalam komputer agar dapat diakses dan dimanipulasi secara efisien. Contoh struktur data meliputi array (kumpulan data berurutan), stack (tumpukan, prinsip LIFO), queue (antrian, prinsip FIFO), linked list (data saling terhubung seperti rantai), dan tree (struktur hierarkis). Pemilihan struktur data yang tepat akan sangat mempengaruhi efisiensi algoritma yang kamu buat. Misalnya, menggunakan stack untuk membuat fitur “undo” di aplikasi adalah pilihan yang sangat tepat.

Sementara itu, logika pemrograman adalah kemampuan berpikir kritis dan terstruktur untuk memecahkan masalah, yang kemudian dituangkan ke dalam algoritma . Ini mencakup pemahaman tentang gerbang logika (AND, OR, NOT), perulangan (loop), dan percabangan (if-then-else). Intinya, logika pemrograman adalah keterampilan kognitif yang memungkinkanmu menyusun algoritma yang efisien dan efektif.

Jadi, mari kita rangkai semuanya:

  1. Kamu menggunakan logika pemrograman untuk menganalisis masalah.
  2. Kamu merancang solusi dalam bentuk langkah-langkah yang disebut algoritma, sambil mempertimbangkan struktur data apa yang paling cocok.
  3. Terakhir, kamu menuliskan algoritma tersebut ke dalam bahasa pemrograman untuk menghasilkan sebuah program.

Kesalahan Umum: Menganggap Algoritma dan Program Itu Sama

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemula adalah menganggap bahwa membuat program (mengetik kode) adalah satu-satunya tugas seorang programmer. Padahal, sebagian besar waktu seorang developer profesional dihabiskan untuk berpikir dan merancang algoritma, bukan sekadar mengetik. Mengetik kode hanyalah tahap akhir dari proses panjang.

Tanpa algoritma yang baik, program yang kamu buat ibarat rumah dengan fondasi yang rapuh. Mungkin programnya bisa berjalan, tapi akan lambat, boros memori, sulit dikembangkan, atau mudah error saat menghadapi data yang kompleks . Sebaliknya, dengan algoritma yang efisien, kamu bisa menciptakan program yang cepat dan tangguh meskipun ditulis dalam bahasa pemrograman yang sederhana.

Pesan untukmu, calon pengembang hebat: jangan terburu-buru ingin langsung menulis kode. Latihlah terus logika pemrogramanmu dengan membuat algoritma untuk setiap masalah, sekecil apa pun. Gambarlah flowchart-nya, tuliskan pseudocode-nya, baru kemudian implementasikan dalam kode. Kebiasaan ini akan membedakanmu dari sekadar “tukang kode” menjadi seorang arsitek perangkat lunak sejati.

Sekarang, giliranmu! Pernahkah kamu mengalami momen “aha!” saat menyadari bahwa solusi dari masalah coding-mu terletak pada perbaikan algoritma, bukan pada ganti bahasa pemrograman? Bagikan artikel ini ke rekan-rekan mu! Dengan berbagi, kita sama-sama belajar dan tumbuh.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

1. Apakah semua program pasti merupakan algoritma?

Tidak persis seperti itu. Sebuah program yang berjalan adalah implementasi konkret dari satu atau lebih algoritma. Jadi, program mengandung algoritma di dalamnya, tetapi program itu sendiri adalah entitas yang lebih luas karena mencakup juga aspek-aspek teknis seperti antarmuka pengguna, penanganan error, dan interaksi dengan sistem operasi.

2. Mana yang lebih penting dipelajari pertama kali, algoritma atau bahasa pemrograman?

Sangat disarankan untuk mempelajari dasar-dasar algoritma dan logika pemrograman terlebih dahulu, bahkan sebelum mempelajari bahasa pemrograman tertentu. Dengan pondasi logika yang kuat, kamu akan lebih mudah mempelajari bahasa pemrograman apa pun karena kamu sudah paham apa yang ingin kamu capai, tinggal mencari tahu bagaimana menulisnya dalam bahasa target.

3. Apakah saya harus jago matematika untuk bisa membuat algoritma?

Tidak harus jago, tapi pemahaman matematika dasar, terutama logika, akan sangat membantu. Algoritma lebih tentang pola pikir logis dan analitis daripada hitungan rumit. Banyak kok programmer hebat yang tidak terlalu menonjol di matematika tingkat lanjut, tapi memiliki kemampuan problem-solving yang luar biasa.

4. Apa peran flowchart dalam pembuatan program?

Flowchart berperan sebagai alat bantu visual untuk merancang dan mengomunikasikan algoritma. Dengan flowchart, alur program yang rumit bisa dilihat secara jelas, sehingga memudahkan untuk menemukan kesalahan logika sebelum proses coding dimulai. Ini seperti membuat sketsa sebelum melukis.

5. Bahasa pemrograman apa yang terbaik untuk belajar algoritma?

Tidak ada satu bahasa “terbaik”, tetapi Python sering menjadi pilihan utama untuk pemula karena sintaksisnya yang sederhana dan mirip dengan bahasa Inggris, sehingga kamu bisa fokus pada logika algoritma tanpa terganggu oleh aturan penulisan yang rumit. Setelah memahami logika, kamu bisa dengan mudah mentransfernya ke bahasa lain seperti Java, C++, atau JavaScript.

Referensi

  1. https://binus.ac.id/malang/2024/07/perbedaan-algoritma-dan-pemrograman-pada-sistem-komputer/
  2. https://dev.to/wrijugh/what-is-the-fundamental-difference-between-algorithm-programming-and-machine-learning-model-5147
Scroll to Top